PELAYANAN SPKT



Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)


SPKT bertugas memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan, pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian, bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai etentuan hukum dan peraturan yang berlaku.
SPKT dapat melayani :
  • Laporan Polisi (LP)
  • Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTPLP)
  • Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan (SP2HP)
  • Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan (SKTLK)
  • Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)
  • Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP)
  • Surat Keterangan Lapor Diri (SKLD)
  • Surat Ijin Keramaian
  • Surat Rekomendasi Ijin Usaha Jasa Pengamatan
  • Surat Ijin Mengemudi (SIM)
  • Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (STNK)



Fungsi SPKT lainnya :

  • Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan, anatara laian penanganan tempat kejadian perkara ( TKP ) meliputi tindakan pertama di TKP ( TPTKP ) dan pengolahan TKP, turjawali (pengaturan jalan dan pengawalan lalu-lintas), dan pengamanan;
  • Pelayanan masyarakat antara lain melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet (jejaring sosial), dan surat;
  • Penyajian informasi umum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.
STANDART OPERASIONAL PROSEDUR (SOP)
 PENERIMAAN KUNJUNGAN MASYARAKAT
MELALUI APLIKASI E PENDEKAR
SPKT POLRES CILEGON
1.            Tujuan
SOP Penerimaan Kunjungan Masyarakat dengan menggunakan Aplikasi E PENDEKAR bertujuan sebagai pedoman standar bagi petugas Polri dalam prosedur pelayanan masyarakat baik permintaan bantuan, permintaan surat keterangan, konsultasi hukum ataupun bantuan informasi yang berguna bagi masyarakat secara cepat, cermat dan akuntabel.

2.            Pedoman/Acuan
2.1       Undang-undang No.2 tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia.
2.2        Undang-undang No. 8 tahun 1981 tentang KUHAP.
      2.3       Peraturan Kapolri Nomor 23 tahun 2010 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Pada Tingkat Kepolisian Resor.

3.            Pengertian
3.1          Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu yang selanjutnya disingkat SPKT adalah unsur pelaksana tugas pokok pada tingkat Polres yang berada di bawah Kapolres;
3.2          E PENDEKAR adalah merupakan aplikasi yang menggunakan kecanggian teknologi dalam pelaksanakan pelayanan kepada Masyarakat baik permintaan bantuan, permintaan surat keterangan, bantuan informasi yang berguna bagi masyarakat secara cepat, cermat dan akuntabel.:
3.3          Anggota adalah anggota Polri termasuk Pegawai Negeri Sipil pada Polri;
3.4          Petugas yang selanjutnya disebut Petugas Polri adalah anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas kepolisian;
3.5          Tim Rekomendasi LP Satreskrim Polres CILEGON adalah Petugas Sat Reskrim  Polres CILEGON yang terdiri dari Penyidik dan Penyidik Pembantu yang memiliki tugas pokok melakukan analisa/Asesmen atas laporan atau pengaduan pelapor berdasarkan keterangan pelapor dan barang bukti yang ada serta membuat rekomendasi penerbitan laporan polisi kepada petugas SPKT;
3.6          Unit SPKT adalah satuan yang menyelenggarakan urusan penyiapan registrasi pelaporan, penyusunan dan penyampaian laporan;
  
3.7          SPKT adalah satuan yang memberikan pelayanan kepolisian pada masyarakat dalam bentuk penerimaan dan penanganan laporan atau pengaduan, pemberian bantuan atau pertolongan, dan pelayanan surat keterangan baik On Line (menggunkan aplikasi E PENDEKAR)  maupun Off Line (Datang sendiri ke SPKT);
3.8          Laporan Polisi adalah laporan tertulis yang dibuat oleh petugas Polri tentang adanya pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewajiban berdasarkan undang-undang, bahwa telah atau sedang terjadi peristiwa pidana;
3.9          Etika Pelayanan adalah nilai-nilai yang mendasari pemberian pelayanan dan perlindungan oleh polisi sebagai penegak hukum kepada semua warga masyarakat;
3.10       Ketentuan Berperilaku (Code of Conduct) adalah pedoman berperilaku bagi petugas penegak hukum dalam melaksanakan tugasnya agar sesuai dengan ketentuan tertulis maupun yang tidak tertulis yang diberlakukan oleh kesatuannya;
3.11       Korban Langsung adalah orang yang menjadi objek suatu kejahatan karena diserang, dirampok, diperkosa, dibunuh atau dengan tindakan lain
3.12      Korban Tidak Langsung adalah anggota keluarga atau kerabat dekat korban yang menderita akibat kejahatan yang terjadi;
3.13       Saksi adalah orang yang dapat memberikan keterangan guna kepentingan penyidikan, penuntutan dan peradilan tentang suatu perkara pidana yang ia dengar sendiri, ia lihat sendiri dan ia alami sendiri;
3.14       Informasi adalah keterangan, pernyataan, gagasan, dan tanda-tanda yang mengandung nilai, makna dan pesan, baik data, fakta maupun penjelasannya yang dapat dilihat, didengar dan dibaca, yang disajikan dalam berbagai kemasan dan format sesuai dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi secara elektronik maupun non elektronik;
3.15       Penyidik adalah pejabat polisi negara Republik Indonesia atau pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang untuk melakukan penyidikan;
3.16       Penyidik pembantu adalah pejabat kepolisian negara Republik Indonesia yang karena diberi wewenang tertentu dapat melakukan tugas penyidikan yang diatur dalam undang-undang ini;
3.17       Ruang Pelayanan Khusus yang selanjutnya disingkat RPK adalah ruangan yang aman dan nyaman diperuntukkan khusus bagi saksi dan/atau korban tindak pidana termasuk tersangka tindak pidana yang terdiri dari perempuan dan anak yang patut diperlakukan atau membutuhkan perlakuan secara khusus, dan perkaranya sedang ditangani di kantor polisi;
3.18       Konseling adalah interaksi antar dua orang atau lebih untuk mendiskusikan masalah yang dihadapi dengan tujuan agar dapat membantu orang tersebut untuk mengatasi masalahnya dengan lebih baik;

4.            Alat
4.1       Aplikasi E PENDEKAR
4.1       Komputer
4.2       Printer
4.3       Ruangan SPKT
4.4       Ruangan Rekomendasi LP
4.5       Telepon

5.            Prosedur
Maksud dan tujuan masyarakat dalam mendatangi kantor SPKT dapat di klasfikasikan menjadi 4 (empat) hal antara lain :

a.      Membuat laporan polisi (LP). Bila mana hasil konsultasi memenuhi unsur pidana dan tidak dilakukan penyelesaian Alternative Dispute Resolution (ADR) maka masyarakat dapat membuat Laporan Polisi (LP) pada petugas siaga SPKT;

b.      Meminta bantuan informasi, masyarakat dapat meminta bantuan dalam hal apapun yang terkait dengan kepolisian dalam kegiatan pelayanan masyarakat misalnya : syarat menjadi anggota polisi, cara membuat SIM, menanyakan arah suatu alamat dll;

c.      Konsultasi Hukum (Konseling), masyarakat dapat melapor/mengadu permasalahan apapun yang perlu dicarikan solusi atas permasalahan tersebut. Misalnya : meminta saran tentang KDRT, kenakalan remaja, sengketa warisan, gangguan ketentraman dan ketertiban masyakat dll;

d.      Meminta surat keterangan kepolisian dari SPKT. Seperti Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP), surat tanda terima penemuan barang, surat keterangan lapor diri, Surat Tanda Lapor Kehilangan (STLK) dll.

5.1.    Penerimaan laporan/pengaduan
5.1.1.   Pelapor/pengadu dapat merupakan korban langsung atau tidak langsung datang ke petugas siaga SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres CILEGON untuk membuat Laporan/aduan sesuai dengan perkara yang akan dilaporkan (Tindak Pidana) dengan membawa bukti-bukti pendukung laporan antara lain dokumen asli dan fotokopi legalisirnya (KTP, bilyet giro, cek, sertifikat tanah, ijazah, kuitansi, akta-akta, rekening koran dll).
5.1.2.   Penerimaan masyarakat dengan landasan etika pelayanan  serta ketentuan berperilaku yang telah menjadi ketentuan umum anggota Polri dalam berperilaku. Kemudian Ka siaga SPKT mengarahkan pelapor/pengadu ke tombol antrial aplikasi Go Sigap sesuai keperluan masyarakat Tombol Antrian B maka masyarakat diarahkan kepada Tim Rekomendasi LP  Sat Reskrim  Polres CILEGON kemudian melakukan analisa laporan pelapor/pengadu termasuk penelitian bukti – bukti pendukung laporan/pengaduan tersebut. Hasil penelitian laporan/pengaduan dibuat oleh Tim Rekomendasi LP Reskrim dalam bentuk rekomendasi kepada petugas siaga SPKT yang berisi :

a.   dapat atau tidaknya diterbitkan laporan polisi.
b.   perlu atau tidak laporan tersebut dilimpahkan kesatuan wilayah lain.
c.   perlu tidaknya mendatangi TKP (Tempat Kejadian Perkara).

5.1.3    Bila berdasarkan hasil analisa laporan/pengaduan ditemukan bukti permulaan maka tim Rekomendasi LP memberikan rekomendasi penerbitan laporan polisi ke petugas siaga SPKT. Selanjutnya petugas siaga SPKT membuat laporan polisi dan memberikan STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) kepada pelapor/pengadu;

5.1.4  Sebaliknya jika berdasarkan hasil analisa Tim Rekomendasi LP Satreskrim Polres CILEGON tidak ditemukan bukti permulaan adanya tindak pidana, maka diberikan penjelasan kepada pelapor/pengadu tentang alasan – alasan kenapa belum atau tidak dapat diterimanya laporan/pengaduan tersebut dan dicatat dalam Buku Mutasi Tim Rekomendasi LP Satreskrim Polres CILEGON;

5.1.5    Setelah menerima STTLP (Surat Tanda Terima Laporan Polisi) pelapor/pengadu diantar oleh petugas SPKT ke piket Satreskrim Polres CILEGON guna dilakukan pemeriksaan awal dalam bentuk Berita Acara Permintaan Keterangan (Non Pro Justitia), jika pada saat itu juga pelapor/pengadu menolak untuk dimintai keterangannya, maka dibuatkan surat pernyataan belum bersedia dilakukan pemeriksaan awal dengan menyebutkan alasannya.

5.1.6      Apabila saksi korban dalam kondisi trauma/stress, penyidik melakukan tindakan penyelamatan dengan mengirim saksi korban ke Rumah Sakit Terdekat untuk mendapatkan penanganan medis-psikis serta memantau perkembangannya ketika korban sudah pulih dalam kondisi sehat dan baik, maka penyidik dapat melanjutkan kembali interview/wawancara guna pembuatan laporan polisi;

5.1.6      Laporan Polisi, dilampiri rekomendasi LP, Berita Acara Permintaan Keterangan (Non Pro Justitia) atau surat pernyataan belum bersedia dilakukan pemeriksaan awal kemudian diserahkan oleh petugas siaga SPKT ke Bamin SPKT Polres CILEGON dan dicatat dalam buku register penerimaan LP;

5.1.7      Laporan Polisi yang telah diregister di Bamin SPKT Polres CILEGON, kemudian diajukan kepada Ka SPKT guna dilimpahkan kepada Sat Reskrim sesuai disposisi pelimpahannya dari Ka SPKT;

5.1.8      Operator SPKT mencatat kembali disposisi Ka SPKT Polres CILEGON tentang pendistribusian  laporan polisi tersebut untuk segera dilimpahkan ke Staf Min Sat Reskrim Polres CILEGON; .

5.1.9      Staf Min Sat Reskrim Polres CILEGON mencatat penerimaan Laporan Polisi yang diterima dari SPKT dalam agenda dan Buku Register B-1, kemudian diajukan ke Kasat Reskrim guna didisposisi ke Unit masing-masing. 
5.2.    Pemberian Bantuan Informasi kepada Masyarakat
5.2.1.   Pelapor/pengadu datang ke petugas SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres CILEGON mempunyai maksud untuk menanyakan tentang suatu perihal misalnya tentang alamat, mekanisme dari surat keterangan kepolisian dll;

5.2.2.   setelah masyarakat dipersilahkan untuk memencet tombol antrian di aplikasi E PENDEKAR sesuai maksud dan tujuan selanjutnya dipersilahkan duduk (bila pelapor datang ke kantor) atau menerima lewat Telepon/email/SMS/BBM/Aplikasi E PENDEKAR dengan mengetahui maksud dan tujuan kedatangannya. Petugas dapat menjawab langsung baik secara lisan atau dengan bantuan alat peraga (brosur/mekanisme) sampai masyarakat mengerti dengan melibatkan satuan fungsi kepolisian yang terkait.

5.2.3    Bila Petugas tidak dapat menjawab atas pertanyaan masyarakat tersebut, maka petugas tetap mencatat dalam buku register kunjungan masyarakat disertai dengan permohonan maaf bilamana ada ketidaknyamanan dalam pelayanan.

5.3.   Pemberian Bantuan Konsultasi Hukum.
5.3.1.   Pelapor/pengadu datang ke petugas siaga SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres CILEGON mempunyai maksud untuk mengkonsultasikan permasalahan yang dihadapinya untuk dicarikan solusinya oleh petugas Polri. apakah masuk pidana/perdata, apakah bisa diselesaikan dengan kekeluargaan (ADR/alternative Dispute Resulotion) atau ada jalur penyelesain yang lain;

5.3.2.   setelah masyarakat dipersilahkan untuk duduk (bila pelapor datang ke kantor) atau menerima lewat Telepon/email/SMS/BBM/Aplikasi E PENDEKAR dengan mengetahui maksud dan tujuan kedatangannya. Petugas dapat menjawab langsung baik secara lisan atau dengas bantuan alat peraga (brosur/mekanisme) sampai masyarakat mengerti dengan melibatkan satuan fungsi kepolisian yang terkait;

5.3.3    Petugas SPKT dalam langkah pertama mengutamakan jalur penyelesaian dengan cara ADR/musyawarah kekeluargaan serta mengakhirkan jalur hukum bagi para pihak;

5.3.4    Bila Petugas tidak dapat memberikan jawaban yang pasti karena kurangnya alat bukti pendukung maka petugas meminta pihak pengadu untuk melengkapinya syarat pelaporan tersebut terlebih dahulu;

5.3.5    Bila petugas tidak dapat menjawab atas pertanyaan masyarakat tersebut, maka petugas tetap mencatat dalam buku register kunjungan masyarakat disertai dengan permohonan maaf bilamana ada ketidaknyamanan dalam pelayanan.

5.4.   Meminta surat keterangan kepolisian dari SPKT
5.4.1.   Pelapor/pengadu datang ke petugas siaga SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) Polres CILEGON mempunyai maksud untuk meminta surat keterangan kepolisan misalnya : Laporan Polisi (LP), Surat Tanda Laporan Kehilangan (STLK), Surat Tanda Terima Barang Temuan (STTBT) dll;

5.4.2.   setelah masyarakat dipersilahkan untuk menombol antrian aplikasi E PENDEKAR selanjutnya dipersilahkan duduk (bila pelapor datang ke kantor) atau menerima lewat Telepon/email/SMS/BBM/ Aplikasi E PENDEKAR dengan mengetahui maksud dan tujuan kedatangannya. Petugas menyampaikan tentang persyaratan dari surat-surat keterangan yang dimaksud oleh masyarakat tersebut;

5.4.3    Bila syarat terpenuhi, maka petugas dapat segera menyiapkan surat keterangan kepolisian tersebut segera mungkin;

5.4.5    Bila petugas tidak dapat memenuhi karena alasan tertentu, maka tetap disampaikan kepada masyarakat tersebut dengan cara yang sopan dan penuh penghargaan dan tetap mencatat dalam buku register kunjungan masyarakat disertai dengan permohonan maaf bilamana ada ketidaknyamanan dalam pelayanan.

 
Kembali Ke Atas